Ramadan Rebana Colossal
27 February 2026
Editor: Admin Biro KSD
Reporter: Admin Biro KSD
Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dipenuhi gema salawat dan tabuhan alat musik perkusi dari 1.300 pemain rebana yang menggema di sepanjang trotoar, Jumat (27/2).
Hal itu terjadi karena Pemprov DKI resmi memulai rangkaian 'Kick off Jakarta Ramadan Festival' melalui penampilan rebana kolosal yang menghadirkan alunan menenangkan bagi para pejalan kaki yang tengah ngabuburit menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.
Kemeriahan bulan suci bagi umat Islam itu tidak hanya dirancang sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang interaksi untuk menyatukan ibu kota negara RI.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan inisiatif mengumpulkan ribuan pemain rebana di jantung ibu kota ini bertujuan untuk menghadirkan kegembiraan kolektif tanpa mengurangi nilai ibadah.
"Saya terus terang ingin memberikan kemeriahan bahwa menyambut bulan Ramadan ini, kekhusyukan nomor satu, kekhidmatan nomor satu. Tetapi jangan lupa, harus tetap bahagia," ujar Pramono di Bundaran HI.
"Dan saya yakin semua yang diundang di sini kan pasti bahagia. Belum pernah main rebana di Bundaran HI, sudah pernah belum?" tanya Pramono kepada warga di sana.
Ribuan pemain rebana yang memadati kawasan ikonik ibu kota ini tidak datang dari satu kelompok saja.
Mereka adalah gabungan dari pelajar madrasah, komunitas hadroh wilayah, hingga perwakilan dari sanggar-sanggar hadroh di Jakarta.
Semarak pertunjukan ini semakin terasa istimewa dengan iringan musik full band dari musisi religi Haddad Alwi.
Pemprov DKI menyadari ramadan selalu menghadirkan dimensi yang berbeda dalam kehidupan metropolitan.
Di tengah rutinitas dan aktivitas warga Jakarta yang serba cepat, bulan suci ini hadir membawa jeda untuk menghadirkan suasana uang reflektif.
Lebih dari itu, ramadan menjadi momen krusial untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial antar warga.
Melalui Jakarta Ramadan Festival, momentum bulan puasa dimanfaatkan untuk menghadirkan ruang interaksi publik yang positif.
Pramono berharap kegiatan ini tidak sekedar lewat sebagai acara seremonial tahunan, melainkan mampu mempertemukan masyarakat dalam sebuah pengalaman kolektif yang bermakna.
Hal itu terjadi karena Pemprov DKI resmi memulai rangkaian 'Kick off Jakarta Ramadan Festival' melalui penampilan rebana kolosal yang menghadirkan alunan menenangkan bagi para pejalan kaki yang tengah ngabuburit menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.
Kemeriahan bulan suci bagi umat Islam itu tidak hanya dirancang sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang interaksi untuk menyatukan ibu kota negara RI.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan inisiatif mengumpulkan ribuan pemain rebana di jantung ibu kota ini bertujuan untuk menghadirkan kegembiraan kolektif tanpa mengurangi nilai ibadah.
"Saya terus terang ingin memberikan kemeriahan bahwa menyambut bulan Ramadan ini, kekhusyukan nomor satu, kekhidmatan nomor satu. Tetapi jangan lupa, harus tetap bahagia," ujar Pramono di Bundaran HI.
"Dan saya yakin semua yang diundang di sini kan pasti bahagia. Belum pernah main rebana di Bundaran HI, sudah pernah belum?" tanya Pramono kepada warga di sana.
Ribuan pemain rebana yang memadati kawasan ikonik ibu kota ini tidak datang dari satu kelompok saja.
Mereka adalah gabungan dari pelajar madrasah, komunitas hadroh wilayah, hingga perwakilan dari sanggar-sanggar hadroh di Jakarta.
Semarak pertunjukan ini semakin terasa istimewa dengan iringan musik full band dari musisi religi Haddad Alwi.
Pemprov DKI menyadari ramadan selalu menghadirkan dimensi yang berbeda dalam kehidupan metropolitan.
Di tengah rutinitas dan aktivitas warga Jakarta yang serba cepat, bulan suci ini hadir membawa jeda untuk menghadirkan suasana uang reflektif.
Lebih dari itu, ramadan menjadi momen krusial untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial antar warga.
Melalui Jakarta Ramadan Festival, momentum bulan puasa dimanfaatkan untuk menghadirkan ruang interaksi publik yang positif.
Pramono berharap kegiatan ini tidak sekedar lewat sebagai acara seremonial tahunan, melainkan mampu mempertemukan masyarakat dalam sebuah pengalaman kolektif yang bermakna.
Berita Lainnya
Jakarta Bedug Kolosal Sajian Istimewa Pemprov DKI Sambut Hari Raya Idul Fitri
20 Mar 2026
Peresmian Taman Bendera Pusaka dan Patung Fatmawati Puspa Bangsa
14 Mar 2026
Santunan Anak Yatim/Dhuafa oleh Biro Kerja Sama Daerah DKI Jakarta
13 Mar 2026
Jakarta Hijab Fest 2026 Geliatkan Ekonomi Tanah Abang
12 Mar 2026
Percepatan Pemajuan Budaya antara Pemprov DKI-Kemenkebud
10 Mar 2026