SIMBKSD
Pemprov Jakarta-BGN Sepakati Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis

Pemprov Jakarta-BGN Sepakati Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis

09 February 2026 Editor: Admin Biro KSD Reporter: Admin Biro KSD
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menandatangani nota kesepakatan kerja sama terkait sinergi penyelenggaraan program makan bergizi gratis (MBG). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Kepala BGN Dadan Hindayana di Balai Kota Jakarta, Senin (9/2/2026).

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pihaknya menargetkan pengoperasian 804 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Jakarta. Hingga saat ini, sekitar 60% dari target tersebut telah terpenuhi, dan diharapkan seluruhnya beroperasi pada Mei 2026.

“Kerja sama antara Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Daerah Jakarta ini berjalan sangat mulus dan sejauh ini memberikan dampak yang luar biasa. Meskipun belum seluruhnya menerima, kami targetkan Mei sudah selesai,” ujar Dadan seusai penandatanganan nota kesepahaman.

Seiring bertambahnya jumlah SPPG di Jakarta, Dadan menilai penandatanganan kesepakatan ini menjadi langkah penting. Menurutnya, keberlanjutan program MBG membutuhkan dukungan kuat dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya dalam menjamin rantai pasok pangan.

“Oleh sebab itu, salah satu poin dalam kesepakatan ini adalah bagaimana BUMD Jakarta, termasuk dari sisi pembiayaan, dapat terus menjamin pemenuhan rantai pasok kebutuhan program makan bergizi gratis dan masyarakat Jakarta secara umum,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan keterlibatan BUMD dalam program MBG tidak akan mengganggu stok pangan masyarakat maupun stabilitas harga.

“BUMD di Jakarta sudah memiliki pengalaman yang panjang dan luar biasa. Jumlah konsumsinya relatif tidak mengalami kenaikan besar sehingga saya yakin tidak menimbulkan kekhawatiran kelangkaan, kenaikan harga, atau inflasi yang tidak terkendali,” kata Pramono.

Bahkan, Pramono memastikan kerja sama ini justru akan memberikan keuntungan bagi BUMD Jakarta karena adanya kepastian permintaan dan pembelian dalam program MBG. “Kami sudah hitung, dan kami jamin kerja sama ini sangat menguntungkan BUMD karena ada kepastian pembelian dan skema yang jelas,” pungkasnya.